Sumber : http://kolombloggratis.blogspot.com/2011/03/cara-membuat-readmore-otomatis-di-blog.html#ixzz2MUKihpy6

Pages

Kamis, 03 Januari 2013

In Memoriam 2012

Tahun 2012. Penuh rasa, sarat makna, dan ragam cerita.

Ada kenangan yang melekat erat dalam ingatan. Ada pelajaran yang didapat dari setiap perjalanan. Ada pengorbanan dan ketulusan dari dua malaikat tanpa sayap dan sahabat pelangi yang sudah ku anggap seperti kerabat. Ada perjuangan demi sebuah harapan besar. Ada pengalaman tak terlupakan. Ada keputusan yang harus dipilih demi kualitas hidup yang lebih baik lagi.
readmore »»  

Selasa, 25 Desember 2012

Catatan Hati untuk Pelangi

Di balik tawa kalian, sakit mampu ku redam. Di balik canda kalian, pilu mampu ku lupakan. Di balik perhatian kalian, ku rasakan kehangatan. Indahnya rasa persaudaraan. Di balik kepedulian kalian, ku belajar arti kebersamaan. Saat ku bersama kalian, rasa hati tak ingin pulang :)

Kalian adalah pelangiku. Penghias langit hati yang kelabu. Pemberi warna dalam hidup. Pembangkit jiwa yang terpuruk. Pembunuh rasa jenuh saat raga lelah menunggu. Pelenyap rasa penat saat masalah mendekap :)

Tak ada kata bosan
saat aku tengah bersama kalian. Yang ada kata ketagihan. Ingin mengulang waktu yang serasa cepat berlalu :)

Terima kasih pelangiku. Telah memberi warna indah dalam hidupku. Telah memberi obat yang paling mujarab kala semangatku tengah sekarat. Hingga mampu menyembuhkan jiwa yang sempat rapuh. Membangkitkan semangat yang kadang luruh. Terima kasih telah memberi pengalaman, kenangan, dan pelajaran hidup yang tak kan pernah ku lupakan. Terima kasih atas bantuan dan perhatian kalian. Maaf, jika aku belum bisa membalas setiap kebaikan. Hanya do'a yang mampu aku panjatkan. Semoga kalian mendapat balasan yang jauh lebih baik dari Sang Penguasa Kehidupan, Allah SWT, aamiin :)

Berkat kalian, hidupku tak lagi hampa. Kini ia penuh warna. Warna indah seperti indahnya warna pelangi. Langit hatiku pun tak lagi sepi. Kini ia ramai penghuni. Tak hanya ada bintang, bulan dan matahari. Tapi kini ada satu penghuni yang datang menghiasi. Yaitu kalian, pelangiku yang sangat berarti :)

Kalian seperti rumah kedua yang membuat aku betah berlama-lama di sana. Rumah kedua yang membuat aku ingin singgah selamanya. Saat aku merasa "gerah" berada di rumah utama :)

Kalian yang membuat aku lupa sesaat. Akan rasa sakit, pegal dan juga sesak. Yang kadang menyeruak tanpa mengenal waktu dan tempat :)

Kalian yang membuat nyata sebuah impian yang sedari dulu aku rindukan. Mendapatkan perhatian dari sosok seorang kakak perempuan :)

Pelangiku, kalian sangat berarti dalam hidupku. Kalian adalah salah satu hadiah terindah yang Allah berikan padaku :)

Terkadang, terbesit sebuah pertanyaan dalam pikiran. Seperti apakah arti diriku dalam hati dan hidup kalian? Penting? Biasa saja? Atau bahkan tak memiliki arti sama sekali? Entahlah. Jawaban dari pertanyaanku itu, hanya kalian dan Allah yang tahu. Namun, seperti apa pun arti diriku dalam hati dan hidup kalian, aku tak peduli. Kalian akan tetap menjadi pelangiku yang sangat berarti dalam hati dan hidup ini :)

Pelangiku, aku ingin, kalian berkenan memberi sedikit ruang untukku di hati. Aku ingin, kalian tidak menghapus setiap rekaman kebersamaan kita dalam memori. Agar aku dapat tetap hidup selamanya di hati dan memori kalian. Meski nanti raga kita sudah tak dapat lagi saling menghadap. Mata kita sudah tak dapat lagi saling menatap. Mulut kita sudah tak dapat lagi saling berucap. Saat kebersamaan kita sudah dipisahkan oleh satu takdir Tuhan yang bernama kematian. Dan tetap hidupkan aku dalam do'a disetiap sujud kalian pada Sang Penguasa Alam. Jadi, aku tidak akan benar-benar pergi. Cukup ragaku saja yang mati suatu saat nanti. Izinkan namaku dan kenangan kita tetap hidup untuk selamanya. Itu pun jika kalian bersedia :)

Pelangiku, maafkan aku, jika selama kalian mengenalku, aku belum bisa menjadi teman yang seperti kalian mau. Maafkan aku, jika aku hanya bisa menjadi pengganggu. Atau bahkan mungkin kehadiranku sama seperti benalu. Yang hanya bisa merugikan dan merepotkan kalian. Maafkan aku, jika ada lisan, tulisan dan tindakan yang kurang berkenan. Sungguh, bukan maksud hati ini untuk menyakiti hati kalian. Maafkan aku, jika saat kalian ditempa masalah, aku tak selalu ada. Bukan aku tak mau berada di sana. Aku hanya tidak tahu harus berbuat apa. Tapi yang pasti, do'a-do'a terbaikku untuk kalian akan selalu mengalir disetiap sujudku pada Allahu Rabbi :)

Allah yang Maha Baik, lindungilah selalu mereka. Dari hal-hal yang membuat-Mu murka. Dari hal-hal yang Engkau tak suka. Allah, mereka memiliki hati yang putih. Mereka selalu memberi dengan setulus hati. Baik dalam bentuk materi maupun non materi. Jangan Engkau biarkan, hati putih mereka ternoda oleh perbuatan yang membuat-Mu murka.
Allah, bahagiakan selalu mereka. Di dunia maupun di kehidupan akhir masa (read: akhirat). Aamiin ya rabbal 'aalamiin :)

Teruntuk:
~Pelangiku yang selalu ku rindu~
K'asih --> Kk super duper baik / Kk gembul :D
Dipie --> Abang diprot / Aa adis / Sirine :D
Trie --> Sukiting bule jawa :D
Ala --> Kk oneng :D
K'eby --> K'eboy / Kk cungkring :D
K'apriel --> Abang goceng / Abang obul :D
Bapie --> Bapie gem :D
K'irma --> Kk cantik :)
Lena --> Bolang :D
Richa --> Mbak Mer :D
K'dilla --> Mbak Godil :D
K'enny --> Mak :D
Vina --> Pinul :D
Tika --> Dora :D
Yuni --> Yun2 :D
Metha --> Buluuu :D
Kris --> Krismon / Maskot-ok :D
K'ettay --> Mbak estong :D
Nurul --> Paul

And all my PM friends.
Chi2 sayang kalian (˘⌣˘)ε˘`)
readmore »»  

Senin, 03 Desember 2012

Ketika Kita Mengeluh

Ketika kita mengeluh: "Ah, mana mungkin...."
Allah menjawab: "Jika AKU menghendaki, cukup KU berkata "Jadi", maka jadilah" (QS. Yasin ; 82)

ketika kita mengeluh: "Capek banget gw...."
Allah menjawab: "....dan KAMI jadikan tidurmu untuk istirahat" (QS. An-Naba ; 9)

Ketika kita mengeluh: "Berat banget yah, gak sanggup rasanya..."
Allah menjawab: "AKU tdk membebani seseorang, melainkan sesuai kesanggupan" (QS. Al-Baqarah ; 286)

Ketika kita mengeluh: "Stressss nih...Panik..."
Allah menjawab: "Hanya dengan mengingatKU, hati akan menjadi tenang" (QS. Ar-Ro'd ; 28)

Ketika kita mengeluh: "Yaaaahhh.... Ini mah semua bakal sia2.."
Allah menjawab: "Siapa yang mengerjakan kebaikan sebesar biji dzarah sekalipun, niscaya ia akan melihat balasannya" (QS. Az-Zalzalah ; 7)

Ketika kita mengeluh: "Gile aje.. Gw sendirian.. Gak ada seorangpun yang mau bantuin.."
Allah menjawab: "Berdo'alah (mintalah) kepadaKU, niscaya AKU kabulkan untuk mu" (QS. Al-Mukmin ; 60)

Ketika kita mengeluh: "Duh... Sedih banget deh gw..."
Allah menjawab: "La Tahzan, Innallaha Ma'ana (janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita)" (QS. At-Taubah ; 40)

Kita semua yg mulai galau atas perhatian Allah yg serasa jauh dari kita padahal sebaliknya Allah selalu dekat)" (QS. Al-Baqarah ; 186)


#copas from:
~Sebelum Engkau Halal Bagiku~

*catatan u/ memotivasi diri sendiri, di kala jiwa raga ini tengah rapuh hingga tak ada lg kata MENGELUH ^_^
readmore »»  

Rabu, 28 November 2012

Peluruh Keluh

Hanya yang mengalami yang mampu memahami apa yang dirasakan raga ini. Mereka adalah saudara tak sedarah yang senasib seperjuangan. Mereka adalah saudara skolioser-ku. Yang selalu berjuang melawan segala "rasa" yang kadang menyerang. Selalu berusaha kuat, meski tak semudah yang diucap.

Tapi mereka yang tidak mengalami, mampu membuat "rasa itu" bersembunyi dibalik canda tawa dan semangat yang mereka beri. Mereka adalah saudara tak sedarah yang mampu mengubah mendung di hati menjadi pelangi. Mengubah kelabu menjadi warna-warni. Mereka adalah sahabat pelangiku yang sudah ku anggap seperti kerabat.

Bintang yang selalu bersinar di hati ini juga mampu membuat gulita menjadi pelita karena sinar cantik yang ia miliki. Ia adalah bintang hatiku, Tata Janeeta, yang selalu memberi semangat melalui goresan tinta, suara dan kecantikan hatinya.

Diantara mereka, ada dua sosok yang paling istimewa. Malaikat tanpa sayap. Pahlawan tanpa tanda jasa. Bidadari penyejuk hati penyemangat jiwa. Mereka adalah ibu dan tanteku (amih) yang selalu setia mengiringi langkah kaki ini. Hingga hidup sebuah angan yang tak pernah ada dalam daftar mimpi.

Support dari saudara sedarah dan keluarga, tingkah polah malaikat2 kecil tak berdosa, juga turut serta membuat duka lara menjadi suka cita.

Sosok-sosok inspiratif yang tak ku kenal, tak luput pula dari daftar penyemangat jiwa. Mereka adalah manusia-manusia hebat dengan "perjuangan hidup" yang berat. Namun mampu untuk tetap kuat dan semangat. Hingga ajal mendekap tubuh ringkih mereka yang tengah berusaha untuk tetap tegak.

Aku bersyukur, aku jauh lebih beruntung. Kakiku masih bisa melangkah. Mataku masih bisa menatap dunia. Telingaku masih bisa mendengar suara. Tanganku masih bisa mengukir aksara. Mulutku masih bisa mengucap kata. Meski dengan tulang belakang yang tidak sempurna.

Aku juga sangat bersyukur karena memiliki dan mengenal mereka. Harta berharga, hadiah Sang Kuasa. Sosok penyembuh jiwa yang sempat rapuh. Obat dikala semangat tengah sekarat. Berkat mereka, keluhku melebur. Terserap oleh rasa syukur. Berkat mereka, aku mampu mengubah derita menjadi bahagia. Tak sempurna menjadi istimewa.

Allah my sweetheart, terima kasih atas anugerah cinta yang Engkau berikan melalui mereka, orang tua, keluarga, kerabat, serta sahabat. Tak akan mampu aku membalas jasa yang telah mereka berikan. Hanya sebuah untaian do'a yang mampu aku panjatkan. Jaga mereka dari hal-hal yang membuatMu murka. Dari hal-hal yang Engkau tak suka. Berikan selalu yang terbaik dalam hidup mereka. Hingga tutup usia, aamiin.

Meski mereka tak pernah menempatkan namaku dalam hati, aku tak peduli. Bagiku, mereka tetap sangat berarti dalam hati dan hidup ini. Nama dan jasa mereka, akan ku ukir dalam hati. Ku rekam dalam memori. Dan ku abadikan dalam album kehidupanku, diary.

Allah yang Maha Baik, aku masih menanti hadiah lain dari-Mu. Seorang pangeran hati. Pendamping hidup hingga surga firdausi. Insya Allah, aamiin. Juga malaikat kecil yang keluar dari rahimku, nanti. Malaikat kecil peramai hari dikala sepi. Penghibur hati dikala pilu menghampiri ^_^
readmore »»  

Minggu, 11 November 2012

Semanis Senyum Senja

Senja. Begitu aku memanggilnya. Sosok gadis Bali yang ayu. Dengan balutan pakaian sederhana. Ditambah dengan hiasan senyum manis yang selalu terlukis diwajahnya. Membuat mata hatiku terperangkap oleh pesonanya.

Senyuman. Itulah balasan yang ia berikan. Setiap kali aku menyapanya disebuah pantai paling ternama di Bali, Kuta. Sebuah tempat yang mempertemukan aku dan Senja. Disanalah aku mengenal sosok gadis yang kuat dan selalu semangat dalam menjalani hidup dengan ketidaksempurnaan yang dimilikinya.

Disuatu senja. Ketika aku tengah asyik menikmati indahnya langit jingga di pantai Kuta. Tiba-tiba datang dirinya. Duduk di atas pasir pantai. Tak jauh dari posisi aku berada. Ia asyik menulis di atas sebuah buku berukuran sedang berwarna biru muda. Sambil sesekali menatap lepas langit jingga. Dengan mengulum senyum yang membuat wajahnya seindah senja. Aku rasa buku itu adalah diary. Entah apa yang ia torehkan di atas kertasnya. Yang pasti, ia tampak asyik sendiri. Tanpa memedulikan bahwa ada seseorang selain dia disana, yaitu aku.

Satu hari aku bertemu dengannya, tidak membuat rasa penasaranku tergelitik. Aku tetap tak acuh terhadapnya. Namun, ku akui senyuman itu telah membuat hati ini meleleh. Baru kali itu aku melihat senyum tulus terbit dari wajah seorang wanita, selain Mamah. Teman-teman wanitaku tersenyum hanya jika ada maunya. Tidak berbeda dengan Gita, mantan kekasihku. Yang hanya tersenyum merayu saat ingin dibelikan sesuatu.

Hari demi hari, kuhabiskan sore di pantai Kuta. Hanya untuk dapat menatap indahnya senja. Dan setiap kali aku mendatangi pantai Kuta, gadis itu selalu ada. Masih tetap dengan kebiasaannya. Namun hari itu, ia tampak berbeda. Wajahnya terlihat murung. Seperti sedang ada masalah. Ia menulis seraya menatap jingga pada senja. Namun kali itu dengan tatapan yang kosong. Seperti ada sesuatu yang ingin ia sampaikan. Namun sulit untuk mengutarakannya.

Rasa penasaranku akhirnya tergelitik juga. Aku menghampirinya dan menyapa dengan basa-basi sekenanya.
"Hai, aku Reifan. Tapi biasa dipanggil Rei" Kataku memulai percakapan.
Namun Senja hanya diam dan tersenyum menatap wajahku.
"Kamu... Suka senja juga ya? Habis hampir setiap senja aku kesini, kamu selalu ada".
Aku terus mencecarnya dengan berbagai pertanyaan. Namun respon Senja hanya diam dengan menyunggingkan senyuman. Saat aku menanyakan namanya, ia langsung beranjak pergi.
"Cewek yang aneh" Gumamku dalam hati.

Keesokan sore, tidak kutemui lagi sosok Senja. Entah ia kemana. Hatiku mulai berbisik "Apa karena pertanyaanku kemarin ya, sampai-sampai dia nggak mau datang kesini lagi".
Sudah satu minggu aku tidak dapat menatap wajahnya. Wajah dengan senyuman semanis senja. Tanpa sadar, ada rasa rindu tumbuh didalam hatiku. Rindu akan kehadiran sosok Senja. Meski hanya kebisuan yang aku dapatkan darinya. Namun senyuman itu yang membuat rindu ini tak dapat dimusnahkan. Senyuman yang memberi sejuk pada jiwa yang gersang. Hatiku merasa kehilangan.

Dua minggu berlalu. Akhirnya sosok itu kembali hadir dihadapanku. Sosok yang sangat aku rindu. Tidak seperti biasanya. Waktu itu aku lihat ia sudah lebih dulu berada di pantai Kuta. Padahal sebelumya, selalu aku yang nomor satu berada disana. Beberapa menit sebelum senja menampakkan wajahnya.

Tanpa pikir panjang, aku langsung menghampirinya.
"Hai, kamu kemana aja? Kok baru kelihatan lagi sih?". Kataku.
"Oh iya. Aku panggil kamu Senja aja ya. Habis kamu nggak mau ngasih tahu nama kamu sih. Aku kan jadi bingung manggilnya. Gmn? Boleh nggak aku panggil Senja?".
Lagi dan lagi. Ia hanya mampu terdiam membisu seraya mengulum senyum manisnya. Sejujurnya aku sangat kesal atas sikapnya itu. Ingin rasanya meninggalkan dia dan tidak mengacuhkannya. Tapi aku tidak bisa. Rasa penasaran dihati ini terlalu kuat untuk mengalahkan rasa kesalku.

Senja mencoba menulis sesuatu diatas kertasnya. Kemudian ia menyodorkan tulisan itu kehadapanku dengan maksud agar aku dapat membacanya. Setelah aku baca, baru aku tahu bahwa Senja tak dapat bicara. Melalui tulisan, ia bercerita bahwa dua minggu yang lalu, ayahnya telah dipanggil Sang pemilik kehidupan. Itulah yang menyebabkan ia harus absen menatap senja. Ia harus mengurus pemakaman dan pengajian untuk almarhum ayahnya. Serta kedua adiknya yang masih berusia tanggung. Ibunya telah lebih dulu pergi menghadap illahi. Beberapa saat setelah melahirkan adik ke-2 nya. Membuat Senja harus ekstra kerja keras mengurus semua. Sendirian. Karena kini, ayahnya pun telah pergi menyusul ibunya.

Senja, kamu memang tidak sempurna. Namun, justru ketidaksempurnaanmu yang membuat dirimu tampak sempurna. Kekuranganmu adalah kelebihan dimataku. Ditambah dengan senyuman semanis senja yang selalu terbit diwajah cantikmu. Hingga membuat kamu terlihat mempesona dimata hatiku. Aku cinta kamu Senja. Cinta akan kekurangan yang kamu miliki. Kesederhanaan yang menghiasi diri. Serta senyuman semanis senja yang membuat dirimu istimewa dihati ini.
readmore »»  
Love is...
© Rumah Aksara Richita - Template by Blogger Sablonlari - Font by Fontspace